Bintang itu tetap ada
Meski kadang menghilang
Bunga itu memang layu
Tapi aku percaya, esok kembali mekar
Hari ini memang mendung
Entah, aku tetap percaya esok cerah
Kerap kau palingkan wajahmu dariku
Tak ingin mengingatnya lagikah?
Kepala-kepala yang menanti makanan
Atau iklan televisi yang lalu kita hafal
Atau headphone dengan lagu kesukaan kita
Dan sebuah ruang saksi bisu 20 hari terindah
Dari terminal lalu kau tempatkanku
Di peristirahatan dan kita berdua
Dengan lelucon yang tebalkan kantung bahagia
Sedang kau tertidur; konyol, terbangun untuk senyum
Satu percakapan yang buat kita satu
Gaduhkan seisi kelas
Dunia baru tercatat dalam sejarah
Bertemu dan saling tahu teman kita
Bak banjir bandang di tengah terik
Tiba-tiba
Mengagetkan warga yang sedang butuh sang cahaya hari
Terlalu sulit percaya
Namun banjir itu datang dari hulu
Dan tak mampu kita tolak
Meski terik masih mampu kita genggam
Tetap harus kita terima sebagai ujian
Kau dan aku
Terlalu miris
Seperti menegakkan benang basah
Lalu kita membiarkannya
Bisikkan-bisikkan itupun masih sering kau dengar, kan?
Tentang lagu dan harapan
Sebuah ambisi tak terkalahkan
Dan tentang kenangan
Bandung, 7 November 2010
kenapa di edit lagi ini openingnya!
BalasHapuswkwkwkkwkw....