Minggu, 20 Februari 2011
tentang persahabatan
Setiap orang mungkin punya sesuatu yang dia panggil sahabat. Ada yang mengambil barang bersejarah sebagai sahabat, ada yang mengambil ibu atau ayahnya sebagai sahabat, teman sejawat, bahkan ada yang mengambil Tuhan sebagai Sahabat yang paling setia yang pernah ada.
Pada kesempatan ini, aku ingin sedikit bercerita tentang segelintir orang yang mungkin mereka adalah sahabat yang selama ini dibutuhkan. Tentang 4 orang perempuan tangguh dan sebenarnya juga tentang seorang lelaki manis (*red cantik). Dulu kami berlima selalu pergi bersama. Sebenarnya tidak pernah disengaja. Berawal dari satu masalah (yang menurut aku terlalu lebay dan berlebihan), lalu aku menjadi mediator mereka yang bermasalah. Masalah yang entah harus aku ceritakan dari mana, karena jujur sampai sekarang pun aku tidak mengerti masalah apa yang sebenarnya membuat 3 dari kami sempat jauh itu. Kami adalah (jreng jreng) Imuth, Meng, Bunda dan Ipal dan tentunya aku, Mput. Sengaja aku pakai nama kecil, karena terasa sangat aneh, jika kutuliskan nama asli mereka.
Anggap saja masalah yang mempertemukan kami itu kelar, dan akhirnya kami bersama-sama. Indah pasti, bingung dan pusing juga kesal pasti ada. Tapi kami jarang sekali bertengkar. Kecuali dengan satu lelaki itu. Entahlah, mungkin karena konsep pemikiran kami yang terlampau jauh dan sulit mengerti apa yang ia pikirkan. Intinya (aku) sulit sejalan dengan dia. Sebelumnya kami adalah teman yang sangat dekat, saking dekatnya sampai pacar aku (sekarang sudah mantan) untuk pertama dan terakhir kalinya cemburu, ya sama lelaki cantik itu.hehe
Sampai akhirnya ia menjauh, bak neutron yang tak lagi mengenali proton. Ia menjadi netral dan bahkan menjauh karena proton yang dulu ia kenal tak ubahnya adalah neutron. Sangat disayangkan, namun ini adalah pilihannya, kami harus dewasa menerima semua. Tinggallah kami berempat, perempuan yang selalu dipertanyakan ‘keperempuanannya’.
Imuth, asal Cicaheum, depan terminal Cicaheum belok sedikit, gang ojek, ya begitulah. Jangan sekali-kali membeli makanan di warteg sekitar sana ya, selain tidak sesehat makan di d’Cost harganya pun terlampau tidak masuk akal. Lahir di Bandung 1 Juli 2009 *lho?* 1991. Perempuan yang mengaku menyembunyikan jakun di balik kerudungnya itu pernah menjabat sebagai distributor yoghurt, distributor kaos muslimah, distributor kostum cosplay, pengrajin rajutan, tukang ojek wanita (haram) *hah? ^^a *, dan sekarang profesi yang sedang ia tekuni adalah pengrajin pakaian MTA (model terserah Anda) alias penjahit request-an. Manusia satu ini memang sedikit rakus, semua ia coba. Namun tak apa, kami selalu mensupport karena tidak merugikan sama sekali.ahahaha
Adalah seseorang yang dewasa, maklum kakak (perempuan) terTUA di rumahnya. dia menjabat sebagai ayahku. telah berani menikahi ibuku, Meng. Dan mereka hidup bahagia, hingga melupakan kodrat mereka sebagai anak yang selalu dituntut orang tua asli mereka untuk membawa pacar normalnya ke rumah. Mereka selalu berdusta padakuuuuuuuh *ujan lokal* ^.^v … mereka meriwayatkan hidupku begitu buruk. Mereka mengira aku adalah seorang anak yang mereka pulung karena telah dilahirkan lewat mulut (*red dimuntahkan) oleh ibu kandungku, sapi. Oh, mereka berdustahh *banjir satu galon*! Entah kapan mereka akhiri segala macam perdustaan ini ^.^a. pesanku, tolong (sam)PAH, jangan beri contoh yang buruk untuk anakmu yang masih labil ini.. *sok imut, banting pake galon*
Meng. Fiuh~ boleh dilewat aja ga bagian ini? Sejujurnya, malas menceritakannya. Bagaimana tidak, aku selalu mendapat perlakuan tidak senonoh oleh ibuku ini *plak. Adalah seseorang yang kepalanya keras,*eits* keras kepala dan lewat tiis. You know tiis? Tiis is cold. Like ice. Dia tidak berperasaan. Oh, teganya. Aku selalu menjadi kambing gulingnya *loh?*. saat moodnya jelek, dia pasti mencariku. Saat seperti ini jangankan geer, aku justru semakin merasa malas menemuinya. Bagaimana tidak, dia mencariku untuk memarah-marahiku, rancu ya bahasanya,,hmm kalau dalam bahasa Jepang meng-ijime. Aku menjadi korban caci makinya. Pelampiasan kekesalannya. Awalnya kesal dan sempat hopeless bisa terus temenan sama dia. Tapi lama kelamaan terbukalah semua jati diri yang sesungguhnya tentang dia. Yang adalah seseorang yang sangat baik namun selalu tidak mempunyai cara untuk menunjukkan kebaikannya sehingga pada perkenalan pertama dia menciptakan kesan buruk. Ketika tahu, kemarahannya adalah kasih sayangnya, aku ikhlas dijadikan pelampiasan. Oh Tuhan, ini apa? Zzzz. Oiya, ada kabar baik, dia sudah mencetak novel pertamanya, berjudul Butterfly’s Sleep. Selamat yah… *prok prok prok* traktirannya J.CO!
Bunda. Perempuan tangguh yang gagah. Dia punya banyak nama. Kadang aku panggil dia bunda, udin bahkan mantan suamiku. Karena yah, dia adalah mantan suamiku. Yang setelah kami bercerai, aku baru tahu kalau dia adalah ibu dari Imuth (samPAH) dan Meng (samMAH). Hah? Apppah? Tentu saja aku terkaget-kaget tidak percaya sampai tidak bisa makan hingga lulus esema. ^^??? Ternyata mantan suamiku yang selalu selingkuh itu adalah nenekku. Kalian tidak usah jungkir balik untuk memikirkan silsilah keluarga kami. Karena sampai sekarangpun, kami belum mengerti tentang ini. Andai Mang Einstein masih ada, mungkin kami akan konsultasikan masalah ini pada beliau, namun Mang Einstein pergi terlalu cepat.hiks .. *lupakan!*… hingga pada akhirnya kami menerima saja, kalau kata orang Jepang LEGOWO.. menerima saja apa yang diberikan Yang Mahakuasa. Mungkin kami ditakdirkan dengan silsilah keluarga yang tidak jelas. Atau mungkin ini adalah hukuman, karena kami adalah manusia yang tidak jelas. Tuhan, Ampuni kami … =.=”
Bunda itu tomboy sangat. Tidak sedikit orang memanggilnya AA (sebutan untuk lelaki sunda). Lalu meminta maaf setelah mereka melihat sesuatu dalam dirinya. *sensor* Iyalah, dia begitu tampan, kalau tidak tampan mana mau saya dia persunting. *.* namun dibalik kejantanannya itu, dia adalah seseorang yang sangat keibuan. Hingga akhirnya lahirlah sebutan baru karena sifatnya itu, Ibu Negara *jreng jreeeeng*. Seseorang yang tulus dan sabar. Rugi tuh cowok yang pernah mempermainkan manusia bernama lengkap Dinda AINUN Ramadhania ini. Ahahaha ^.^v bun… namun nampaknya dia sudah menemukan teman baru yang lebih sejalan dengannya, Korean holic juga. Karena yah, bunda itu freak sekali sama korea sampa pernah ngejabanin salah satu boy band favoritnya waktu mereka ke Jakarte. Dia beruntung sekali bertemu dengan sekumpulan lelaki tampan dan manis. Boleh beli satu kagak, bun? @_@ Karena aku, Imuth dan Meng tidak terlalu menyukai band band Korea. Jadi ya bunda sering main deh sama sekumpulan bernamakan JEPRUT itu. Nampak sangat bahagia lho ketika mereka heboh membicarakan all about Korea. Tapi anak-anak Jeprut juga rame kok. Tak kalah konyol dengan kami. Kalau kami, konyol menyerempet bodoh. Lalu bagaimana yah? ^.^a
Lalu aku?
(penting ga sih?) Aku biasa mereka panggil Mput. Dulu adalah seorang gadis manja yang sangat sensitive *plak*. Semenjak kenal dan dekat dengan mereka, perlahan lunturlah sensitivitasnya itu. Namun karena mereka adalah manusia dengan kadar tiis yang sangat tinggi, sehingga se’tiis’ apapun aku, aku tetap menjadi yang paling sensitive diantara mereka. Seseorang dengan kehebohannya yang mengguncang dunia itu dapat membantu mencairkan obrolan mereka yang terkadang hambar dan sepi, sunyi, senyap bak kuburan. Karena hey, si aku adalah orang yang riweuh dan mereka mengenalku dengan keriweuhanku. Taraaam~ moody. Berambisi memiliki anak bernama belakang Aditya (jika laki-laki) dan Azzahra (jika perempuan). Dan selalu berkhayal akan menikah dengan Dude Herlino. Eh, di mimpi gitu soalnya.. hehehe, harus selalu setia berada di samping samMAH alias Meng alias Ghyna Amanda Putri ketika dia mengantuk di dalam kelas. Karena aku bisa dijadikannya boneka untuk dipermainkan, dan alhasil kantuknya bisa sedikit terobati. Yah, tak apalah... dan kini menjabat sebagai preman Ledeng!
Itulah kami. Orang-orang bersahaja yang jarang membicarakan tentang cinta, cowok dan lain-lain yang sering sekumpulan anak perempuan lain bicarakan. Kalian tidak perlu bertanya-tanya apakah kami normal atau tidak. Kami semua pernah pacaran kok. Meski itu adalah masa lalu, namun itu adalah cukup bukti kalau kami adalah perempuan-perempuan normal. Terkait tadi, mantan suami, samPAH, samMAH, itu tak lebih dari sekedar udara segar dari kami, oleh kami dan untuk kami. MERDEKA!!! Jadi yah, ceritanya Imuth itu adalah sampah, aku adalah tempat sampah, meng adalah bau sampah dan bunda adalah tukang sampah. Jadi kami adalah satu mata rantai yang takkan terputus, kawan… *.*
Tapi di dalam persahabatan ini pun sempat ada sedikit sesuatu yang telah merusak riwayat. Awalnya aku pikir ini adalah akhir dari persahabatan kami, tapi ternyata kami bisa hadapi itu. Kami bisa berdiri di atas toleransi. Dan kami menghargai satu sama lain.
Dari riwayat yang terlanjur rusak
Kita coba ukir toleransi
Di atas perang ideologi
Dua pintu itu adalah keputusan
Berbanding lurus dengan pilihan
Turuti intuisi kepercayaan
Kita berada dalam jembatan bimbang
Percaya bahwa dunia begitu menakutkan dan mempesona
Karena terkadang desain teramat menipu, teman…
‘hidup begitu dekat dan ketiadaan begitu megah’
Kau tau kawan?
Ada kalanya kita menikmati kemegahan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar