Rabu, 09 Maret 2011

Sajak Melupakan

Pada mentari yang menyapu segala bintang
Biarlah ia setia dengan estetika
Yang tak pernah mampu kubaca

Inginnya engkau tetap disini
Bantu ungkap semua dunia dan
Estetisnya

Ini siang aku masih belajar melupakanmu
Candamu
Suaramu
Bahkan wangi parfum yang masih pekat
Namun siang tetap membentang kenangan tiada henti
(Nugraha Dicky)

Sudahlah, akui saja
Kau tlah sapa satu senyum lain
Bangun hijab itu tinggi-tinggi
Dan kita tak lagi saling tatap!

Meski bola mata ini masih liar mencarimu
Semoga nanti waktu berpihak
Sepakat dengan kertas terkeras
Bahwa kita akan saling melupakan

Lembaran tissue yang habis dimakan airmata
Juga tentang denting yang belum lelah
Antarkanku pada beberapa tahun kemudian
Perlihatkanku di taman mana aku terenyuh mengabdi

Kau,
Mengapa belum lelah menyulam kerinduan
Tak henti merakit senyum
Meski kau masih diseberang sana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar