Sabtu, 23 Juli 2011
Riwayat Baru
Memperbaiki riwayat yang telah rusak
Mungkin harus berangkat menjadi pecundang
Karena terkadang dunia perlu dipecundangi
Dan tetaplah dengannya
Bukan sebagai pecundang
Tapi pribadi baru dengan riwayat baru
Menyesali kebodohan kemarin
Adalah prestasi bagimu, kawan
Selagi dunia tegap dalam izzahnya
Menangislah dalam sandar-Nya!
Air matamu bahkan lebih berharga dari mutiara selatan
Riwayat baru itu merindukanmu dalam sajak syahdu
“Oh jiwa baru, hiruplah singgasana ini”
Bahkan nyiurpun menari menyambutmu
Saat kau telah hijrah
Tunjukkan pada Tuhanmu
Kau mampu berdiri di atas Ingin-Nya
Yang siap mancatat riwayat baru
Bandung, 13 Februari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar