Hari ke-11 di Syahrullahi tahun 1430 lalu, tidak seperti hari-hari sebelumnya. Yah, hari itu aku ditempatkan di suatu tempat yang sangat asing dan benar-benar berbeda dengan tempat keseharianku bernafas. Lingkungan yang masih jauh dari kota, mall bahkan jauh dari sekolah.
Memang, masih sangat asri lingkungannya, udara yang sangat sejuk dan jauh dari polusi. Di Setiabudhi Bandung, sudah sulit kudapati hal-hal tersebut di atas. Kendaraan-kendaraan umum, pribadi, mulai dari yang beroda dua, empat bahkan delapan bak semut di sepanjangnya. Polusi seakan berebut dengan oksigen untuk menguasai darah dalam tubuh manusia. Ironi sekali memang. Tugas kuliah yang memaksaku pergi dan menghabiskan hari ke-11 hingga seminggu ke depan untuk menetap di tempat yang sangat kental kekeluargaan dan bahkan mereka tidak mengenal istilah individualisme seperti orang komplek dan orang kota. Subhanallah sekali. Iri aku dibuatnya. Pertama menginjakkan kaki di kampung Gambung, tak hentinya mulut ini berucap memuji Kuasa-Nya.
Setiap warna kecap yang keluar dari mulut mereka, benar-benar sangat berbeda dengan kecap yang setiap hari kudengar, sebelumnya. Tak ubahnya dengan di kota, mereka mengenal pendidikan. Meski masih mengenal keterbatasan. Selain hiruk pikuk sarana dan prasarana yang tidak memadai, ternyata mereka menyimpan duka trauma bencana alam yang sempat mengguncang ranah hidup mereka. Tak kuasa lagi kutahan gelimang airmata yang sudah menumpuk dalam pelupuk mata, saat kudapati jawaban satu orangtua siswa yang anaknya menangis dan menolak belajar, kala itu. “dia hanya trauma karna bencana gempa bumi, neng”. Betapa liar tangisnya, dan nanar tatapnya begitu memilukan. Prestasi mereka harus tertunda karenanya. Masih sering kutemukan siswa Sekolah Dasar yang tidak mengenal huruf dengan baik. Jangankan siswa kelas 1 Sekolah Dasar, siswa 1 Mtspun masih ada yang disleksia. Lagi-lagi hal ironi. Bangunan sekolah yang hanya menyisakan muka kelaspun membuat kami terperangah melihatnya.
Memory of Gambung, Ciwidey, Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar