Selepas pertemuan dengan Tuhanku
Kita mengikat janji
Hitungan waktu belum berhenti
Namun tak kulihat kau berwujud di hadapanku
Bulan di atas sana menggodaku
Dan angin sekilas mengajakku
Berkencan
‘Sedang tak ingin’ jawabku dingin
Sapaan sapaan palsu semut di dinding itu
Sedikit melengangkan kerasnya pikiranku
‘pergilah, bercintalah dengan selimut
Yang setia menghangatkanmu’ katanya
Bagaimana bisa kau tak mengabariku
Sedang aku bersama penat setia, di bawah gedung itu
Hingga memuncaklah semuanya
Dan kuangkat kaki dengan segala kuasa
Hanya beberapa saat tibaku di penampungan
Perjumpaan di persimpangan itu
Oh, sungguh melancarkan aliran darah yang membeku di otak
Kita terdiam sesaat untuk menyadarinya
Persimpangan menjadi bahan tawa yang memilukan
Seketika dingin
Cemburukah angin padamu?
Entah, bulanpun menutup wajahnya
Malu...
Euphoria disana
Semua penat, terusir dengan pertemuan itu
Terlahir tawa yang hapuskan semua
Bagaimana bisa berubah 180 derajat dalam beberapa detik?
Ledeng, 22 October 2010
wah...blognya keren...
BalasHapusterimakasih untuk kunjungannya...