Senin, 31 Januari 2011

Distorsi Kesenangan

Di teras atas: dengan satu lelah dan dua senyum
Bagiku kesenangan bukan soal materi
Kesenangan adalah bayaran Tuhan
Hanya ketika kau sanggup ukir senyum-Nya

-- Dapatkan hati-Nya tak sesulit
Menjemput kembali masa lalu
Di langit: bintang menyesaki seantero langit
Pujian itupun terlahir kembali--

Ini malam tahun baru
Kepala-kepala itu sibuk dengan pesta
Sekali-kali tidak!
Ketika langit berkata TAHUN BARU TAK AKAN PERNAH ADA LAGI

Lihatlah mereka mencari kesenangan di atas jalan setan
Hanya demi sekantung tawa
Mereka tuhankan nafsu
Itu semu, kawan!

Dengarlah letusan kembang api
Menyeru apa mereka?
Tawa begitu lepas di penjuru kota
Setahun sekali katanya

Ketika dakwah dunia tak dihiraukan
Amukan bumi tak menjadi cambukkan
Lihatlah bagaimana Tuhan bersuara
Di akhir hari dunia!

--Mencintai-Nya adalah hakiki
Matahari saja tunduk
Mengapa kau yang tak lebih besar darinya begitu sombong?
Lihat langit, dia sibuk! Namun selalu berdzikir--

Kesenangan adalah keikhlasan, teman
Kesenangan adalah lembutnya prasangka
Indahkan prasangka demi sebuah Cinta
Cinta yang hakiki

Teras, desember 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar