Jumat, 22 Juli 2011

Karakter Bangsa dari Bingkai Media Massa


Dewasa ini, dalam dunia yang semakin meng-global media massa dapat dikatakan sangat mengontrol dunia melalui siarannya yang mengudara. Karena melalui media massa suatu bangsa dapat mengetahui perkembangan dunia, apalagi dengan kemajuan IPTEK yang terlampau pesat akhir-akhir ini, dalam waktu yang terhitung sangat singkat kita dapat megunduh informasi dari pelbagai sudut dunia.

Dalam praktiknya, media massa banyak melanggar hak-hak umum dari privasi personal seseorang disini dengan segala alasan dan mengatas namakan kebebasan pers. Bukan menunjuk media massa sebagai satu-satunya pihak yang salah. Hanya saja memang tidak ada media massa yang melakukan pemberitaan secara benar-benar netral. Tidak transparan dan terkesan memutar balikkan fakta. Itulah mungkin salah satu faktor yang menumbuhkan krisis kepercayaan khususnya pada Pemerintahan di Indonesia sendiri.

Pembentukan paradigma yang salah, telah membentuk karakter bangsa yang cenderung apatis terhadap pemerintahan, bukan membantu menumbuhkan kecintaan dan rasa patriotik terhadap bangsa. Karena mereka tahu perkembangan negeri dari media massa, mereka bersuara dengan apa yang mereka dapat. Mereka menilai, men-judge dengan tanpa berpikir sedikitpun tentang latar belakang permasalahan yang sesungguhnya. Atau bahkan mereka terpaksa membuat berita karena tuntutan lembaga yang menjadi wadahnya. Karakter mereka ternodai dengan berita yang kebenarannya masih perlu dipertanyakan. Kemana suara pers mendengung? Dari pihak mana pers mengambil berita. Semuanya berkaitan. Dan semuanya meracuni pikiran masyarakat sehingga hakim diri menilai.


Hal ini bisa dijadikan contoh buruk bagi tunas-tunas muda media massa. Sebagai penguasa dunia, pada kali ini dunia Universitas Pendidikan Indonesia, media massa bisa mengubah pandangan masyarakat UPI tentang pemberitaan yang tengah hangat diperbincangkan. Media massa sangat berpengaruh terhadap kemajuan kepengurusan BEM REMA UPI. Majunya media massa yang netral mungkin akan mendapat pelbagai kesulitan, namun diharapkan dengan tunas muda media massa UPI ini mampu menunjukkan pada tunas-tunas yang tengah berjaya bahwa netral dalam pemberitaan adalah kewajiban yang mungkin telah using dan dikesampingkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar