“Aku ingin menikah!!!!!” Kalimat itu membuncah membangun keping-keping harapan yang dulu pasang surut.
“Tapi aku belum punya apa-apa! Kesiapan, kemampuan bahkan ilmunya pun belum kudapatkan dengan baik. Aku hanya punya satu! Keinginan!!!”
“Lalu, memangnya ada yang mau mengawinimu yang bermodalkan keinginan?”
---
“Pernikahan itu baiknya dipikirkan matang-matang, ia bukan tebu yang ketika sepah bisa kau buang! Ia bukan bahtera biasa dimana kau bisa turun kapan dan dimana pun! Ia bukan dunia kanak-kanak yang bisa kau mainkan!”
“Aku melihat kehidupan seorang teman yang sudah menikah, mereka sangat bahagia... aku ingin seperti
merekaaaaaaaaaaa!”
“Lalu jika kau menikah sekarang juga akan menjamin kebahagiaanmu akan minimal sama seperti mereka?”
“Belum tentu. Apa yang harusnya aku lakukan? Aku sudah sangat merindu imamku...”
“Imammu belum tentu sedang menantimu di sudut pintu ini, kau hanya tinggal persiapkan apa yang belum kau punya sambil menanti dia mengetuk pintumu ini....”
“Dan hasratku? Kubiarkan begitu saja?”
“Itu yang namanya hawa nafsu! Kau harus berjihad melawan perang yang sangat dahsyat itu!”
“huwaaaaaaaaaaa.... tapi aku tidak tahu bagaimana cara melawannya......!”
“Shaum! Minta pada-Nya untuk menahan semua hasratmu sementara kau belum mendapatkan persiapan itu...”
ckckck
BalasHapusahahaha umiiiii kau membuatku iriiiiiiii T.T
BalasHapus